Menjelajahi Sejarah Domino: Lebih Dari sekadar permainan


Game of Dominoes, ditandai dengan karakteristik ubin kecil, persegi panjang, lebih dari sekadar hobi yang menyenangkan. Ini membawa sejarah yang kaya yang mencakup berabad -abad dan melintasi benua, berfungsi sebagai cerminan tren budaya dan peristiwa sejarah. Mari kita mempelajari lebih dalam tentang sejarah domino yang menarik, mengungkapkan bagaimana permainan klasik ini berkembang dari waktu ke waktu.

Asal -usul domino diselimuti misteri, dengan menyebutkan yang paling awal berasal dari dinasti Song di Cina sekitar abad ke -13. Set domino Cina terdiri dari 21 pasang ubin, dengan masing -masing ubin mewakili kombinasi yang berbeda dari dua lemparan dadu. Mereka pada awalnya digunakan untuk peramalan dan praktik keagamaan lainnya sebelum beralih ke bentuk hiburan.

Tidak sepenuhnya jelas bagaimana permainan menyebar dari timur ke barat, tetapi beberapa sejarawan mengusulkan agar Marco Polo membawanya kembali ke Italia pada akhir abad ke -13 setelah perjalanannya di sepanjang Silk Road. Namun, referensi Eropa tertulis pertama untuk domino tidak muncul sampai awal abad ke -18 di Napoli Italia, menunjukkan permainan mungkin telah tiba kemudian.

Domino Eropa menyimpang dari pendahulu mereka di Tiongkok, mengadopsi set 28 ubin yang lebih ramping dan terutama menggunakan titik -titik hitam pada latar belakang putih. Nama ‘Domino’ diyakini berasal dari kemiripan ubin dengan topeng karnaval Venesia yang dikenal sebagai ‘Domini,’ yang berkulit putih dengan bintik -bintik hitam.

Permainan domino terus berevolusi saat menyebar ke seluruh Eropa. Orang Prancis memodifikasinya di abad ke -18 untuk memasukkan ‘pemintal,’ ubin di tengah tata letak yang dapat dicocokkan pada keempat tepi, membuat permainan lebih kompleks dan menantang. Selama awal abad ke -19, domino berjalan ke Inggris, di mana mereka menjadi permainan pub yang populer. Bahasa Inggris juga menambahkan aturan baru, seperti sistem penilaian berdasarkan jumlah titik pada ubin.

Abad ke -19 melihat Domino melintasi Atlantik ke Dunia Baru. Dibawa oleh pemukim Inggris dan Prancis, permainan ini dengan cepat mendapatkan popularitas di kedai dan penginapan Amerika. Seiring waktu, domino menjadi pokok di rumah -rumah di seluruh Amerika Serikat, dengan berbagai variasi regional permainan yang tumbuh di seluruh negeri.

Game of Domino juga memiliki tempat yang signifikan dalam budaya Amerika Latin. Di Kuba, misalnya, permainan ini merupakan bagian integral dari pertemuan sosial dan ikatan keluarga. Domino juga sangat populer di Puerto Rico dan Republik Dominika, di mana turnamen dengan hadiah uang tunai yang signifikan tidak jarang.

Hari ini, domino terus menjadi permainan yang dicintai di seluruh dunia. Ini telah berkembang melampaui permainan sederhana, menjadi platform untuk ekspresi kreatif dan kompetisi. ‘Domino Toppling,’ sebuah tontonan di mana ubin yang diatur dengan cermat digulingkan dalam reaksi berantai, telah menjadi fenomena global, sementara liga dan turnamen domino yang kompetitif terus berkembang.

Sebagai kesimpulan, domino lebih dari sekadar permainan. Mereka adalah bukti kreativitas manusia dan pertukaran budaya, permainan yang telah berevolusi dan beradaptasi di seluruh abad dan benua. Sejarah Domino menggambarkan bagaimana serangkaian ubin sederhana dapat melampaui tujuan aslinya, menjadi sumber hiburan, kompetisi, dan bahkan seni. Baik digunakan untuk malam permainan keluarga santai atau turnamen berisiko tinggi, domino terus memikat pemain di seluruh dunia dengan perpaduan unik dari strategi, keberuntungan, dan sejarah.